Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Salah satu aspek penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan adalah penerapan manajemen mutu dan keselamatan pasien (patient safety). Namun, pada banyak fasilitas kesehatan primer, pemahaman tenaga kesehatan mengenai manajemen mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien masih terbatas. Selain itu, pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan juga belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai manajemen mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien serta mengembangkan media edukasi kesehatan berbasis podcast sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Sekolah Baitul Qurro melalui metode edukasi, pelatihan, produksi podcast, serta pendampingan implementasi patient safety.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tenaga kesehatan mengenai konsep manajemen mutu dan keselamatan pasien yang diukur melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan media edukasi kesehatan berupa podcast yang membahas topik keselamatan pasien dan manajemen mutu pelayanan kesehatan yang dapat diakses melalui platform digital. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan melalui media digital. Pemanfaatan podcast sebagai media edukasi kesehatan diharapkan dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Category: ICJITS
-

Solar-Autonomous AgroDrone: Innovation of a Solar-Powered Drone System for Automated Downstream Integration in Precision Agriculture toward Sustainable and Globally Competitive Agricultural Transformation
Rural agriculture often faces limited access to precision technology and efficient downstream management, hindering productivity and sustainability. This community service initiative aimed to implement and evaluate a Solar-Autonomous AgroDrone, a solar-powered drone system designed to support automated crop monitoring and downstream agricultural processes in Curahmalang Village, Jember Regency, through the Community Service Program of Universitas Muhammadiyah Jember. While prior studies confirm that drone technology improves precision farming efficiency, integration with renewable energy for rural community empowerment remains underexplored. The program applied a participatory action approach involving 25 farmers and 15 village youths through technical training, field demonstrations, and supervised agricultural monitoring over 12 weeks. Data were collected from crop productivity records, operational cost comparisons, and structured adoption surveys, then analyzed using descriptive and comparative statistics. The findings show a 27% increase in crop monitoring efficiency and a 32% reduction in fuel-related operational costs due to solar energy utilization. Early pest detection responsiveness improved by 45%, and 68% of participating farmers indicated readiness for sustained adoption. No significant technical failures were recorded during implementation. These results support sustainable agriculture theory emphasizing renewable energy integration and digital precision tools for resilient rural development. In conclusion, the Solar-Autonomous AgroDrone enhances automated downstream agricultural practices while strengthening energy-efficient and sustainable farming systems. Its novelty lies in combining solar-powered drone innovation with community-based agricultural empowerment within a structured service-learning framework.
