ABS-SBK: Ke Arah Institusionalisasi Lembaga Adat
Keywords:
ABS-SBK, institusionalisasi adat, kelembagaan adat, Minangkabau, nagariAbstract
Identifikasi: Pembicaraan mengenai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak lagi hanya berada pada ranah nilai dan identitas budaya, tetapi telah masuk ke dalam kerangka kebijakan pembangunan Sumatera Barat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 menegaskan karakteristik Provinsi Sumatera Barat, sementara RPJMD 2021–2026 menempatkan ABS-SBK sebagai dasar tata kehidupan sosial kemasyarakatan. Dokumen perencanaan kebudayaan juga telah memuat pembinaan lembaga adat, dan arah pembangunan jangka panjang menekankan penguatan kelembagaan Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Perspektif: Naratif ini bertujuan membaca perkembangan tersebut sebagai sebuah tahapan kebijakan: dari pengakuan nilai, menuju pembinaan, dan selanjutnya menuju institusionalisasi. Analisis dilakukan melalui telaah regulasi, RPJMD, Renstra perangkat daerah, serta literatur mengenai ABS-SBK dan kelembagaan nagari. Pilihan kebijakan yang dapat ditempuh mencakup mempertahankan pendekatan pembinaan, membangun lembaga koordinatif, atau mengembangkan ekosistem kelembagaan adat.
Rekomendasi: Naratif ini merekomendasikan pendekatan ekosistem: memperkuat KAN dan lembaga adat yang ada, memperjelas fungsi dan hubungan antarlembaga, meningkatkan kapasitas pemangku adat, memperkuat dokumentasi dan pendidikan adat, serta membangun hubungan ranah–rantau. Dengan demikian, agenda ABS-SBK ke depan bukan sekadar mempertahankan falsafah, tetapi memastikan adanya institusi yang mampu membuat falsafah tersebut bekerja dalam masyarakat yang terus berubah.
References
» click to expand references listAbbas, A. F. (2007). Konsepsi Dasar Adat Minangkabau. Kuliah Kerja Sosial Keluarga Mahasiswa Minang Korkom UIN Syarif Hidayatullah Di VII Koto Talago.
Abdullah, T. (1966). Adat and Islam: An examination of conflict in Minangkabau. Indonesia, (2), 1-24.
Asrinaldi, A., & Yoserizal, Y. (2020). Problems with the implementation of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah philosophy. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 33(2), 162.
Azwar, W., Yunus, Y., Muliono, M., & Permatasari, Y. (2018). Nagari minangkabau: the study of indigenous institutions in west sumatra, indonesia. Jurnal Bina Praja, 10(2), 231-239.
De Jong, P. D. J. (2012). Minangkabau and Negri Sembilan: socio-political structure in Indonesia. Springer Science & Business Media.
Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. (2026). Rencana Strategis Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026–2030. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Hidayat, Y. (2018). Penetrasi Negara Terhadap Kelembagaan Adat Nagari Pariangan Di Era Otonomi Daerah. JWP (Jurnal Wacana Politik), 3(1), 4.
Nurdin, I. (2017). New Value Within Old Structure: The Creation of Organizational Culture of Nagari in Indonesian Decentralization Era. Sosiohumaniora, 19(2), 106-112.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (2024). Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2025–2045.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (2025). Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025–2029. Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025 Nomor 4.
Rasyidin, W., Rahmi, L., & Syauqi, K. (2025). Empowering Nagari Through Diaspora: The Collective Capital Of Minangkabau Migrant Organizations. Idealogy Journal, 10(2).
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 160, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6806.
Saraswati, R., Nurhayati, B. R., Boputra, E., & Amaranila, I. A. (2026). The implementation of low-inheritance customary law within Minangkabau migrant families in Indonesia: A law, power, space approach. Space and Culture, 29(3), 408-425.
Shalihin, N. (2003). Demokrasi lokal di bawah bayang-bayang negara:: Studi atas dominasi dan hegemoni negara terhadap Nagari di Minangkabau (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Siregar, F. A., Yulika, F., Nofialdi, N., Harahap, I., Ridwan, B., & Syahputra, I. (2022). Merantau in the ethnic tradition of Minangkabau: local custom without sharia basis?. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(1), 115-138.
Zamzami, L., & Dewi, R. S. Communication Strategy Communication Strategy of LKAAM Padang Pariaman in the Implementation of Regional Regulation No. 7 of 2018. Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 4(2), 619643.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdullah A. Afifi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

